Filter untuk Kamera DSLR (2—Macam-macam Filter)

Ada beberapa jenis filter yang biasa digunakan pada kamera DSLR. Filter UV atau ultraviolet / Haze adalah yang pertama. Filter ini memiliki fungsi untuk melindungi bagian depan lensa agar tidak tergores yang dapat mengakibatkan cacat pada bagian optik lensa. Sinar ultraviolet adalah sinar yang tidak dapat dilihat oleh mata kita, namun sensor kamera kita mampu menangkapnya.

Younameit! Productions (Filter UV : http://glanzphotoworks.files.wordpress.com/)

Terlalu banyak sinar UV yang tertangkap oleh kamera semacam kabut (haze) pada gambar. Pada kamera yang menggunakan film, filter UV / Haze dapat mengurangi kabut tersebut sehingga ketajaman gambar dan kontras warna dapat lebih meningkat. Untuk kamera digital seperti pada saat sekarang, filter UV ini tidak terlalu berpengaruh pada gambar yang ditangkap, karena kepekaan sensor digital yang sedemikian canggih sehingga mampu mengontrol sendiri cahaya UV yang sampai ke sensor. Filter ini memiliki tone yang cenderung kuning untuk mengurangi warna biru berlebihan pada gambar.

Filter yang lain adalah filter polarizing. Filter polarizing terdiri dari 2 bagian ring yaitu ring pertama yang terpasang pada ulir lensa dan ring kedua yang dapat diputar untuk tingkat efektivitas dari filter.

Younameit! Productions (Polarizing : http://www.richkoppphotography.com/)

Ada 2 macam filter polarizing yaitu circular dan linear. Pada tipe circular, metering kamera yang melalui lensa (TTL/through-the-lens) dan fungsi autofocus pada lensa masih dapat digunakan. Pada polarizing linear, metering yang melalui lensa (TTL) dan autofocus pada lensa tidak lagi berfungsi. Filter CPL berguna untuk mengurangi tingkat refleksi cahaya dan membirukan warna langit. Maka itu, CPL sangat berguna untuk memotret objek di balik kaca atau di dalam air, sehingga objek tampak jelas.

Filter Neutral Density (ND) adalah filter yang berguna untuk mengurangi cahaya yang ditangkap oleh sensor kamera sehingga fotografer atau videografer dapat menggunakan eksposur besar dalam waktu yang lebih lama dari kondisi normal tanpa filter.

Younameit! Productions (Filter ND : http://gadgetphotoreview.com/)

Menggunakan ND kita juga dapat memakai bukaan besar pada siang hari bolong sekalipun. Sementara filter Graduated Neutral Density (GND) adalah filter untuk membatasi jumlah cahaya yang masuk dengan mengikuti pola tertentu. Biasanya digunakan untuk untuk mengatasi perbedaan eksposur antara sisi yang overexpose dan sisi yang underexpose, misalkan pada pemotretan sunset atau sunrise di pinggir pantai.

Filter Infrared atau Inframerah digunakan untuk menyaring cahaya yang memiliki panjang gelombang inframerah saat akan melewati spektrum cahaya yang terlihat oleh mata manusia dan menuju ke sensor kamera.

Younameit! Productions (Filter IR : http://infraredatelier.files.wordpress.com/)

Pada kamera-kamera saat ini, sensor yang terpasang tidak didesain untuk menangkap cahaya inframerah, kecuali kita berkenan untuk memodifikasi kamera kita secara permanen. Nantinya filter inframerah akan ditanam di dalam kamera. Gambar yang dihasilkan akan memiliki warna yang tidak biasa di mata tapi menghasilkan sesuatu yang memiliki dimensi berbeda, dimana warna hijau pada daun mampu diolah sehingga menjadi warna lain yang unik.

Bagian (1) klik di sini

 

Penulis : Reza Iswahyudi Rusdi / @rezarusdi (sutradara dari Younameit! Productions)

Kunjungi juga web kami di http://www.younameit-id.com/

About rezarusdi

Director of Younameit! Productions
This entry was posted in Artikel, Photography, Videography and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Filter untuk Kamera DSLR (2—Macam-macam Filter)

  1. Pingback: Filter untuk Kamera DSLR (1—Memilih Filter) | Younameit!

  2. Pingback: Filter untuk Kamera DSLR (3—Macam-macam Filter) | Younameit!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>