Behind the Story : Everybody Love Minions

Minions. Pertama kali mendengar kata itu, sudah pasti yang ada dalam pikiran dan bayangan kita adalah sekelompok makhluk kecil berwarna kuning, berbentuk silinder, dan bundar seperti kapsul, berwajah sama, kecuali mata, dan berbicara dengan bahasa asing yang hanya dimengerti oleh mereka sendiri. PAPOOOOYYYYY!

Younameit! Productions (Minions : http://cache.gawkerassets.com/)

Younameit! Productions (Minions : http://cache.gawkerassets.com/)

Yep. Makhluk aneh tapi lucu itu cuma bisa kita temukan di kedua film Despicable Me : 1 dan 2. Makhluk ciptaan Gru ini sudah mengambil hati para penonton, tidak hanya anak-anak, tapi juga remaja, bahkan orang dewasa, termasuk saya. Bicara soal minions, awal Juli kemarin sekuel film Despicable Me baru saja diputar di seluruh bioskop di Indonesia. Animo penonton bukan cuma pada filmnya, tapi juga mainan atau action figure dari tokoh-tokoh di film ini, terutama minions, yang sempat dikeluarkan oleh salah satu restoran cepat saji. Bahkan sebelum filmnya diputar pun, semua mainan sudah terjual habis!

Why minions?

They are able to take audience’s heart so easily. With all of their ridiculous behaviour was able to make the audience laugh. Foreign language they use but we don’t understand, thus making them even more funny! Mereka bukan manusia, tapi mereka bertingkah seperti layaknya seorang manusia. Mereka juga memiliki perasaan seperti marah, senang, bahkan jatuh cinta. Bahasa yang mereka gunakan, Papoy, menurut sang sutradara – Pierre Coffin- dalam pembuatannya menggunakan berbagai bahasa yang dicampur aduk, termasuk bahasa Indonesia. Dalam sekuel filmnya, porsi minions bisa dikatakan lebih banyak bila dibandingkan dengan film yang pertama. Mereka dibuat banyak melakukan beberapa hal di sekuel filmnya, seperti bernyanyi dan memiliki peran yang cukup penting dalam alur cerita. Namun justru, akibatnya, alur cerita dari sekuel Despicable Me ini menjadi biasa saja dan terkesan kurang kuat. Karena para penonton terfokus pada sosok minions yang sudah mencuri perhatian sejak menit pertama film diputar. Dapat dibayangkan apabila sosok minions dikurangi, mungkin sekuel film ini akan terkesan biasa saja, seperti film kartun anak-anak pada umumnya.

But whatever it is, everybody just love minions. They will always be a phenomenal figure and inherent in every audience’s heart for a long time.

Penulis : Emilia Trisni Ekowati

http://younameit-id.com/

 

About rezarusdi

Director of Younameit! Productions
This entry was posted in Artikel, Behind The Story, Review and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>