Film Review Pacific Rim : Satu Lagi Sci-fi Rasa Hollywood

Film bergenre science fiction memang sudah bukan hal yang asing bagi perfilman Hollywood. Sama halnya dengan film sci-fi terbaru yang masih tayang di bioskop seluruh Indonesia hingga saat ini dan sudah berjalan sekitar 2 minggu, Pacific Rim. Film berdurasi 132 menit ini, kurang lebih bercerita tentang perjuangan umat manusia di tahun 2025 yang berusaha untuk bertahan hidup dari ancaman monster yang disebut Kaeju. Untuk mengalahkan para Kaeju, manusia menciptakan Jaeger, mesin perang berbentuk robot, diawaki oleh dua pilot manusia yang saling menghubungkan syarafnya, demi menciptakan pergerakan yang sempurna bagi Jaeger. Tokoh sentral dalam film ini adalah Raleigh Becket (Charlie Hunnam), seorang mantan pilot Jaeger yang trauma akibat kematian kakaknya, Yancy, ketika mereka masih saling terhubung di tengah pertarungan melawan Kaeju. Ketika dunia terancam oleh kehadiran Kaeju spesies baru yang berukuran luar biasa besar, Raleigh pada akhirnya harus melawan traumanya dan kembali melawan Kaeju dengan partnernya yang baru.

Younameit! Productions (Pacific Rim : http://www.hdwallpapers.in/)

Younameit! Productions (Pacific Rim : http://www.hdwallpapers.in/)

Guillermo del Toro, sang sutradara, berhasil memberikan tayangan menghibur dengan efek visual yang cukup mengesankan. Bahkan, faktanya, salah satu animator Indonesia, Ronny Gani, turut ambil bagian dalam proses pembuatan film ini. Hasilnya, animasi visual yang disajikan dalam film ini sukses membuat saya berdecak kagum sepanjang film. Memang, ketika menonton film ini, saya seolah-seolah sedang menonton film Ultraman dan Transformers. Namun, efek animasi dan visual dari film ini, berada jauh diatas kedua film tersebut.

Dari segi alur cerita, film ini terkesan ‘sangat’ Hollywood. Banyak beberapa adegan yang ditampilkan dengan ciri khas Hollywood, misalnya saja ketika salah satu tokoh hendak menjelang ajalnya, ia berkomunikasi dengan orang yang paling berarti dalam hidupnya memberikan pesan-pesan terakhir. Adegan ini sepertinya hampir ada di setiap film Hollywood, seperti halnya di film Armageddon, ketika Bruce Willis berpamitan dengan putrinya, sebelum dia terbang. Dan juga adegan ketika Raleigh yang sempat dikira mati oleh oleh Mako, namun ternyata masih hidup, lalu mereka berpelukan di akhir film. Happy ending. Hampir terjadi di seluruh film Hollywood, dimana sang jagoan pada akhir film akan memeluk atau mencium pujaan hatinya. Namun, secara keseluruhan, film ini patut dijadikan rekomendasi sebagai salah satu film pilihan bersama teman-teman atau pasangan untuk ngabuburit.

Penulis : Emilia Trisni Ekowati

http://younameit-id.com/

 

About rezarusdi

Director of Younameit! Productions
This entry was posted in Artikel, Review and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>