JiFFest : Potensi yang Terpinggirkan

Beberapa hari yang lalu saya mengecek agenda dari salah satu situs di internet yang biasanya menampilkan event-event tentang festival film atau sejenisnya di Indonesia. Kebetulan, saat itu juga saya memang sedang mencari referensi event menarik yang bisa dibagikan dalam blog yang saya tulis. Tapi sayangnya, tidak terlalu banyak event menarik, khususnya seputar festival atau pemutaran film-film di luar dari yang ditayangkan oleh bioskop di Indonesia. Tiba-tiba saya teringat dengan salah satu event film tahunan yang sudah belasan tahun diselenggarakan di Indonesia, namun pada akhirnya harus terhenti.

Younameit! Productions (JiFFest : http://www.helmantaofani.com/)

Younameit! Productions (JiFFest : http://www.helmantaofani.com/)

JIFFEST. Jakarta International Film Festival, salah satu event tahunan yang sudah diselenggarakan kurang lebih sebelas tahun hingga tahun 2010, terpaksa harus ‘vakum’ karena mengalami kesulitan dalam hal pembiayaan. Kurangnya dukungan dana dari pemerintah, membuat Shanty Harmayn, pendiri JIFFEST, membatalkan event ini-entah sampai kapan. Sangat disayangkan memang. Mungkin sudah banyak yang tahu bahwa film-film yang diputar dalam event ini bukanlah film sembarangan. Banyak film berkualitas yang ‘semestinya’ patut dijadikan acuan bagi para sineas Indonesia dalam memproduksi sebuah film. Tidak perlu jauh-jauh, baru-baru ini, sekitar awal Juli kemarin, baru saja digelar event XXI Short Film Festival, yang menampilkan enam film pendek terbaik karya sineas muda Indonesia. Tapi, ironisnya, ketika saya hendak menonton film-film tersebut, ternyata sudah ditarik dari bioskop jaringan XXI. Padahal, film-film itu baru diputar di bioskop sekitar satu minggu. Entah karena kurangnya promosi atau karena tidak mendatangkan keuntungan bagi bioskop yang memutarnya. Padahal, jika dilihat dari trailer atau promonya, film-film yang ditayangkan dalam event tersebut cukup menjanjikan. Apalagi ini bisa jadi salah satu ajang untuk menggembleng kemampuan para sineas muda.

Miris memang. Di saat negara-negara tetangga kita seperti Malaysia dan Thailand sudah sangat membenahi industri perfilmannya, industri film kita sepertinya hanya berjalan lambat seperti siput. Kalau tidak mau dibilang dalam tahap mengkhawatirkan. Saya sendiri tidak tahu siapa yang harus dipersalahkan dalam hal ini. Tapi, sebagai salah satu penikmat film, tentu saya rindu akan kemunculan event serupa di Indonesia. Tentunya, bukan saja menampilkan film-film berkualitas dari luar negeri, tapi juga dari dalam negeri. Apalagi tidak sedikit keuntungan yang bisa diperoleh dari festival film dengan skala internasional seperti Jiffest. Mulai dari promosi wisata di Indonesia sampai dengan mendatangkan pemasukan bagi negara atau devisa dari sektor-sektor lain. Seharusnya kita jangan mau kalah dengan pihak kedutaan negara asing, atau komunitas yang secara cuma-cuma menyelenggarakan festival film dan menayangkan film-film berkualitas. Potensi seperti ini nampaknya luput dari perhatian pemerintah–atau memang mereka enggan untuk membuka mata?!Entahlah….

Penulis : Emilia Trisni Ekowati

http://younameit-id.com/

 

About rezarusdi

Director of Younameit! Productions
This entry was posted in Artikel, Behind The Story and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>