Movie Review : Sang Kyai

Setelah Hanung Bramantyo membuat film tentang pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan, yang berjudul Sang Pencerah pada tahun 2010 lalu, kini giliran Rako Priyanto membuat film sejenis. Film garapan Rako yang berjudul Sang Kyai, memang bercerita mengenai salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH Hasyim Asyari. Film Sang Kyai sendiri sebenarnya sudah rilis di bioskop pada tanggal 30 Mei 2013 lalu. Tetapi karena film ini meraih banyak prestasi luar biasa tahun ini, maka Sang Kyai pun beredar di layar bioskop untuk kedua kalinya.

Younameit! Productions (Ilustrasi : http://news.liputan6.com/)

Younameit! Productions (Ilustrasi : http://news.liputan6.com/)

Film Sang Kyai bercerita tentang seorang tokoh pejuang kemerdekaan dari Jombang, Hadratussyaikh KH Hasyim Asyari (Ikranegara). Beliau hidup pada masa perjuangan melawan Jepang.  Pada masa itu, Jepang menjajah negeri ini setelah Belanda pergi meninggalkan Indonesia. Pendudukan Jepang terkesan baik pada awalnya, tetapi pada perjalanannya keberadaan Jepang tidak sedikit pun lebih baik daripada Belanda. Jepang bahkan juga memaksa rakyat Indonesia untuk melakukan Sekerei (menghormat matahari). KH Hasyim Asyari, sebagai tokoh besar Islam pada saat itu jelas menolak perintah ini. Menurutnya, sebagai umat Islam, hanya boleh menyembah kepada Allah SWT. Jepang pun menangkap KH Hasyim Asyari. Melalui berbagai cara diplomasi yang dilakukan oleh putra KH Hasyim Asyari yang bernama KH Wahid Hasyim (Agus Kuncoro), KH Hasyim Asyari akhirnya berhasil dibebaskan. Cara diplomasi ini tidak disukai oleh seorang santri KH Hasyim Asyari yang bernama Harun (Adipati Dolken) karena menurutnya cara ampuh melawan Jepang adalah melalui jalan kekerasan. Setelah KH Hasyim Asyari keluar ternyata pejuangan belum berakhir. Jepang memanfaatkan Masyumi yang diketuai KH Hasyim Asyari untuk menganjurkan masyarakat bercocok tanam. Ternyata ini hanya akal licik Jepang karena kemudian Jepang justru memaksa rakyat Indonesia untuk menyerahkan hasil panennya. Harun kembali berseberangan dengan KH Hasyim Asyari dan menganggap KH Hasyim Asyari justru membela Jepang.

Film Sang Kyai menuai berbagai pujian. Tidak hanya dari kalangan agamis, tetapi para kritikus film pun setuju bahwa film ini adalah film yang bagus. Sang Kyai pun dianugerahi Piala Citra 2013 sebagai Film Terbaik. Sang sutradara, Rako Priyanto pun juga dianugerahi Sutradara Terbaik untuk film berbujet 10 miliar ini. Hal yang lebih menakjubkan lagi adalah film ini terpilih untuk mewakili Indonesia di ajang Academy Awards dan bersaing ketat dengan 76 negara di seluruh dunia. Rencananya film ini akan ambil bagian dalam kategori Film Berbahasa Asing Terbaik. Sebuah prestasi yang sangat layak didukung demi kemajuan perfilman Indonesia di kancah internasional.

Video : Trailer Film Sang Kyai

Penulis : Reza Iswahyudi Rusdi

http://younameit-id.com/

 

 

About rezarusdi

Director of Younameit! Productions
This entry was posted in Artikel, Film & DVD, Review and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Movie Review : Sang Kyai

  1. saepul rizal says:

    Tolong kasih tau saya kalo ada yg jualan kaset cd or dvd film sang kiyai, saya butuh banget mas, mksih sblm nya ya :)
    Kontak saya 089661627529

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>