DVD Review : Don Jon

Pernah merasa ketagihan terhadap suatu hal? Ketagihan apalagi ketagihan terhadap suatu hal berbau pornografi jelas merupakan suatu hal yang tidak baik. Hal ini yang menjadi benang merah dari cerita dalam film Don Jon. Film yang dibintangi, sekaligus disutradarai dan ditulis oleh Joseph Gordon Levitt ini ingin membahas bagaimana kehidupan seorang pria dalam mencari arti kata cinta yang sebenarnya. Hal yang menjadi masalah adalah sang pria yang diperankan oleh Joseph Gordon Levitt sendiri, begitu ketagihan terhadap yang namanya seks. Bukan hanya melakukan seks bebas, tetapi juga ketagihan terhadap segala jenis film porno.

Younameit! Productions (Ilustrasi : http://www.huffingtonpost.co.uk/)

Younameit! Productions (Ilustrasi : http://www.huffingtonpost.co.uk/)

Seorang pemuda keturunan Italia, Jon Martello (Joseph Gordon Levitt), digambarkan sebagai sosok pria yang menyenangi segala hal yang melekat pada diri seorang pria modern. Suka akan tubuh atletis, kasur, mobil, wanita, dan juga pornografi. Dari sederet daftar tersebut, pornografi adalah hal yang paling disukainya. Seakan tiada hari yang tidak dihabiskan tanpa melihat film porno. Meskipun kehidupan seks bebas juga dijalani, tapi kepuasan maksimal baru ia rasakan saat masturbasi setelah melihat film porno. Suatu hari, saat Jon dan kedua temannya sedang berpesta di sebuah klub, Jon terpesona terhadap sesosok wanita yang sedang berdiri di bar. Melalui jurus yang ia lakukan saat hendak meniduri wanita yang dia incar, ia juga melakukan hal tersebut kepada wanita seksi berambut pirang tersebut. Tidak disangka, niatnya untuk meniduri wanita tersebut justru ditolak mentah-mentah oleh wanita tersebut dan membuat Jon sangat penasaran. Situs Facebook pun ia telusuri demi mendapatkan nama sang wanita yang ternyata bernama Barbara Sugarman (Scarlett Johansson). Akhirnya, Jon pun berhasil bertemu dan berkencan dengan Barbara. Hubungan mereka pun berlanjut. Tapi sikap teguh Barbara untuk tidak terburu-buru berhubungan seks semakin membuat Jon penasaran. Menurut Barbara, ia ingin terlebih dahulu mengenal lebih jauh Jon, teman-teman Jon, dan keluarga Jon. Barbara juga menyarankan agar Jon mengambil kelas malam untuk meningkatkan karirnya. Di tempat kursus itulah Jon bertemu dengan wanita yang lebih tua darinya, Esther (Julianne Moore). Pada akhirnya, Jon berhasil berhubungan seks dengan Barbara tetapi dia tetap merasakan ada yang kurang sehingga ia pun menonton film porno setelah berhubungan seks. Tidak disangka, Barbara memergoki Jon dan bertengkar soal kebiasaan Jon tersebut. Jon berjanji tidak akan menonton film porno lagi. Di tempat kursus, Jon pun semakin sering bertemu dan berbincang dengan Esther. Mulai dari hal yang berhubungan dengan kursus maupun yang berkaitan dengan seks. Masalah memuncak saat Barbara mengecek history laptop Jon dan menemukan bahwa Jon masih sering menonton film porno sampai ratusan kali.

Film ini sebenarnya lebih dari hanya sekedar mengupas tentang kehidupan seks bebas dan pornografi. Levitt dalam sebuah wawancara menyatakan bahwa media seringkali membentuk imej bahwa wanita hanya sekedar objek belaka. Oleh sebab itu, Levitt melalui film ini mencoba mengkritik keadaan tersebut. Sekaligus mencoba melihat suatu hubungan dari sudut pandang yang lain. Meskipun film ini banyak dihujat dan dikritik orang awam, tapi bagi para kritikus film, debut Levitt sebagai sutradara patut diacungi jempol. Selain mendapat respon positif saat diputar perdana di Sundance Film Festival, beberapa situs review film ternama seperti Rotten Tomatoes memberi rating yang cukup tinggi untuk film ini yaitu 81%. Menurut saya, selain pesan di akhir film yang kuat, nilai positif dari film ini juga datang dari akting brilian dua aktris utama wanitanya, Scarlett Johansson dan Julianne Moore. Johansson berhasil memerankan wanita yang ‘mengesalkan’ dengan gestur-gesturnya sekaligus berhasil menampilkan keseksian yang luar biasa. Julianne juga berhasil menampilkan sosok seorang wanita matang yang kesepian namun penuh dengan pemikiran yang brilian tentang suatu hubungan. Seks tidak akan terasa indah jika dalam melakukannya tidak ada ikatan emosional yang kuat dan saling timbal balik. Film ini, berhasil menyampaikan pesan tersebut.

Video : Trailer Film Don Jon

Penulis : Reza Iswahyudi Rusdi

http://younameit-id.com/

 

About rezarusdi

Director of Younameit! Productions
This entry was posted in Artikel, Film & DVD, Review and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to DVD Review : Don Jon

  1. Easter says:

    Great hammer of Thor, that is porlfwuely helpful!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>