Tips N Tricks : Lebih Tahu Mengenai ‘Script Breakdown’ (1)

Produksi film maupun TVC adalah sebuah proses yang panjang dan melelahkan. Tidak jarang memakan waktu berhari-hari bahkan berbulan-bulan. Semua itu dilakukan demi kelancaran dan kesempurnaan proses produksi atau shooting. Kita tidak akan mau bila produksi atau shooting kita berantakan hanya karena hal sepele yang seharusnya bisa diantisipasi sebelumnya. Karena semua itu akan berpengaruh pada bujet atau biaya yang akan dikeluarkan. Mulai dari membayar kru, peralatan, lokasi, talent, dan masih banyak lagi. Semua itu membutuhkan biaya yang tidak kecil.

Younameit! Productions (Ilustrasi : http://fatmanfilms.wordpress.com/)

Younameit! Productions (Ilustrasi : http://fatmanfilms.wordpress.com/)

Hal yang bisa kita jadikan pijakan untuk mempersiapkan segala sesuatunya adalah dengan membedah naskah atau script breakdown yang telah selesai ditulis oleh penulis naskah maupun sutradara. Dari script breakdown tersebut kita akan dapat mengetahui secara detil hal apa saja yang diperlukan pada saat shooting. Script breakdown bisa diartikan secara lengkap sebagai sebuah proses menguraikan tiap adegan dalam skenario/naskah menjadi daftar yang berisi sejumlah informasi tentang segala hal yang dibutuhkan pada saat pengambilan gambar.

Lembaran script breakdown memuat informasi sebagai berikut :

Date : bagian ini dicantumkan tanggal saat lembaran script breakdown diisi.

Script Version Date : waktu yang dicantumkan adalah tanggal versi skenario yang dipakai untuk untuk menyiapkan shooting.

Production Company : bagian untuk mencantumkan nama dan nomor telepon dari production house yang memproduksi film/TVC tersebut.

Breakdown Page Number : nomor halaman dari lembar breakdown yang dibuat. Poin ini akan membantu mengontrol apakah adegan demi adegan telah diselesaikan secara berurutan atau belum. Biasanya nomor halaman sama dengan nomor adegan, kecuali jika satu adegan membutuhkan lebih dari satu lembar breakdown.

Title/Number of Episodes : pada bagian ini dituliskan judul film yang diproduksi. Jika film tersebut merupakan suatu serial, perlu dicantumkan juga nomor episodenya.

Page Count : bagian untuk menguraikan panjang atau porsi dari suatu adegan dalam skenario. Biasakan membagi satu halaman skenario menjadi 8 bagian. Jika adegan yang diuraikan hanya mempunyai panjang 2/8 halaman maka ditulis angkan 2/8. Page count sangat tergantung dari format penulisan skenario yang didasarkan pada tingkat kerumitan suatu adegan. Sebuah skenario yang ditulis dengan format berbeda menghasilkan page count yang berbeda pula. Adegan sepanjang 2/8 halaman mungkin akan memerlukan waktu lebih lama dibanding dengan adegan lain yang memiliki page count lebih besar terutama jika melibatkan banyak orang atau ruangan yang sangat besar dengan pergerakan orang serta kamera yang rumit. Page count bukanlah sebuah ukuran mutlak untuk mengetahui seberapa lama sebuah adegan di-shoot. Tetapi, page count bisa membantu untuk mengukur porsi dari masing-masing adegan dalam sebuah film.

Location or Set : tempat untuk mencantumkan keterangan lokasi sesuai dengan skenario. Hal ini diperlukan untuk mempermudah identifikasi antara satu adegan dengan adegan lainnya. Satu hal yang juga perlu diingat adalah bisa saja lokasi shooting berubah sama sekali dari apa yang sudah direncankan dalam skenario.

Scene Number : nomor adegan sesuai dengan yang tercantum dalam skenario.

– Int/Ext : bagian ini untuk menandakan dimana suatu adegan terjadi. Int. adalah untuk interior yang berarti adegan dilakukan di dalam ruangan. Ext. adalah untuk exterior yang berarti adegan dilakukan di luar ruangan.

Day/Night : bagian ini untuk menandakan apakah waktu adegan itu siang atau malam hari.

Description : bagian untuk menggambarkan kejadian spesifik yang ada di dalam adegan untuk mempermudah ingatan. Melalui cara ini tidak akan membuang-buang waktu dengan membolak-balik skenario untuk mengingat-ingat apa yang terjadi dalam adegan.

Cast : bagian ini untuk menuliskan semua pemeran yang melakukan dialog (speaking parts) termasuk pemeran pendukung. Semuanya diurut berdasarkan pentingnya peran. Nomor ini TIDAK boleh berubah-ubah agar masing-masing porsi dalam peran berdasar skenario dapat diketahui dengan mudah.

Sumber : https://www.facebook.com/notes/dslr-cinematography-indonesia/tentang-script-breakdown/507715412610682

Penulis : Reza Iswahyudi Rusdi

http://younameit-id.com/

 

About rezarusdi

Director of Younameit! Productions
This entry was posted in Artikel, Tips n Tricks, Videography and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>