Movie Review : Cinderella

Rasanya kisah Cinderella telah menjadi sebuah kisah dongeng yang sangat terkenal di belahan dunia mana pun. Boleh dibilang telah melegenda sejak Disney pertama kali mengeluarkan kisah tersebut di tahun 1950. Justru akan terasa aneh jika ada anak kecil yang tidak mengetahui tentang kisah gadis baik hati yang diperlakukan buruk oleh ibu tiri serta kedua saudara tirinya tersebut. Film layar lebar maupun film animasinya pun telah dibuat. Tentunya menggunakan teknologi yang sesuai dengan masa film-film Cinderella tersebut dirilis. Sekarang, dengan teknologi sudah luar biasa maju, film Cinderella kembali dibuat. Apa yang menarik dari film versi terbaru ini?

Younameit! Productions (Ilustrasi : http://www.stigmatize.info/)

Younameit! Productions (Ilustrasi : http://www.stigmatize.info/)

Seorang remaja perempuan bernama Ella (Lily James) memiliki kehidupan yang bahagia dengan Ibu (Hayley Atwell) dan Ayah (Ben Chaplin) kandungnya. Tetapi kebahagiaan tersebut mendadak berubah menjadi duka karena ibunya meninggal dan sang ayah tidak lama kemudian juga menyusul saat pergi berdagang. Sebelum sang ayah meninggal, dirinya telah menikah lagi dengan seorang janda bernama Lady Tremaine (Cate Blanchett) yang memiliki dua putri, Drizella (Sophie McShera) dan Anastasia (Holliday Grainger). Sang ibu tiri kemudian memecat seluruh pembantu di rumah Ella dengan alasan menghemat biaya rumah tangga. Sebagai gantinya, Ella disuruh untuk mengurus semua pekerjaan rumah tangga termasuk tidur di loteng yang dingin. Tapi, Ella tetap berusaha tegar dan tidak meninggalkan rumahnya itu karena teringat pada pesan mendiang ibunya. Sampai suatu ketika, Ella bertemu dengan seorang pria tampan misterius yang mengaku sebagai Kit (Richard Madden) saat hendak menenangkan diri di hutan. Inilah momen krusial yang akan membawa kehidupan Ella ke arah yang tidak terduga.

Mungkin ada beberapa penonton di luar sana yang memiliki harapan sama seperti saya yaitu sebuah kisah dongeng klasik yang di-remake dengan beberapa twist seperti Maleficent. Namun, itu tidak berlaku di film ini. Alur cerita film ini masih sama dengan cerita Cinderella yang kita ketahui. Hal yang menurut saya positif dari film ini adalah jelas dari sisi visual. Semua perwujudan makhluk ajaib, kemegahan istana, maupun gaun-gaun indah terpaparkan sempurna di film ini. Mata kita akan dimanjakan di film ini. Berikutnya adalah sang pemeran utama Lily James yang berakting cukup baik walaupun tidak istimewa. Setidaknya, dia berhasil menjadi tokoh yang dicintai di film ini. Tidak hanya menerima begitu saja perlakuan buruk ibu dan saudara tirinya, tetapi ada sisi perlawanan yang ditampilkan oleh Lily James. Penambahan karakter dalam diri Cinderella oleh sutradara Kenneth Branagh ini pantas diacungi jempol karena membuat perbedaan di film ini. Akting Cate Blanchett sebagai sang ibu tiri menurut saya juga bagus karena dia tidak hanya menampilkan sosok jahat seorang ibu tiri tapi di saat bersamaan, dia mampu mengeluarkan pesona seorang Lady. Satu yang juga suka adalah karakter Ibu Peri yang diperankan oleh Helena Bonham Carter. Sedikit aneh tetapi terlihat cukup kocak dan menyenangkan. Hal berbeda lainnya yang ditambahkan oleh sang sutradara untuk film ini. Secara pesan moral, kalimat inti dari film ini yaitu Berbaik hatilah dan Miliki keberanian berhasil tersampaikan. Tidak ada hal yang baru dari film ini tapi bukan berarti film ini menjadi terlampau biasa-biasa saja.

Video :

Penulis : Reza Iswahyudi Rusdi

http://younameit-id.com/

 

About rezarusdi

Director of Younameit! Productions
This entry was posted in Artikel, Behind The Story, Film & DVD, Review and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Movie Review : Cinderella

  1. Fanny says:

    Wow! Great to find a post with such a clear megsesa!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>