Movie Review : Insurgent

Insurgent. Salah satu film yang saya yakin adalah salah satu sekuel paling ditunggu tahun ini. Alasan paling sederhana adalah film ini diangkat dari novel best seller dan memiliki banyak penggemar. Alasan sederhana berikutnya, adalah keberhasilan film sebelumnya yaitu Divergent meraup pemasukan yang tidak sedikit. Sehingga, penonton yang masih penasaran dengan kelanjutan film Divergent tentu akan datang lagi untuk menyaksikan apa yang akan terjadi di Insurgent. Di awal 2015, Insurgent pun akhirnya rilis. Bergantinya nakhoda film ini dari Neill Burger ke tangan Robert Schwentke, tentunya menimbulkan tanda tanya apakah film ini akan jauh lebih baik dari film pertamanya.

Younameit! Prouductions (Ilustrasi : http://savanna365photo.blogspot.com/)

Younameit! Prouductions (Ilustrasi : http://savanna365photo.blogspot.com/)

Film Insurgent dibuka dengan setting beberapa saat setelah ending film Divergent berlalu. Tris (Shailene Woodley), Four (Theo James), Caleb (Ansel Elgort), dan Peter (Miles Teller) menjadi buronan paling dicari di seluruh negeri karena difitnah oleh Jeanine Matthews (Kate Winslet) terlibat dalam serangan ke faksi Abnegation. Akibatnya, mereka sementara harus bersembunyi di faksi Amity pimpinan Johanna Reyes (Octavia Spencer). Sayangnya, keberadaan mereka di Amity akhirnya tercium oleh rekan sejawat Four di Dauntless, Eric Coulter (Jai Courtney) yang sedang dalam sebuah misi untuk menemukan seorang Divergent yang ‘istimewa’. Misi itu ditugaskan oleh Jeanine karena ia percaya bahwa untuk membuka kotak misterius yang berisikan pesan berharga dari Para Pendiri, butuh seorang Divergent yang mampu melewati semua tantangan faksi. Tris, Four, dan Caleb (minus Peter) harus kembali melarikan diri hingga tanpa sengaja mereka bertemu dan berkelahi dengan kelompok Non Faksi. Kenyataan, Four adalah anak dari pemimpin mereka, Evelyn (Naomi Watts) menyelamatkan Tris saat hampir terbunuh. Rasa depresi Tris akibat kematian kedua orang tua dan orang-orang yang dekat dengannya, dimanfaatkan secara licik oleh Jeanine untuk memancing Tris keluar dari tempat persembunyian Non Faksi.

Banyak komentar miring tentang film ini di luar sana. Tapi bagi saya pribadi, film ini tidak gagal total dan masih lebih baik dibanding film sebelumnya. Secara alur cerita, konflik di film ini lebih intens dibanding Divergent. Utamanya adalah konflik batin dari Tris dan konflik keluarga yang terbangun di antara Tris dengan Caleb maupun Four dengan Evelyn. Jauh lebih menarik dan terasa kuat. Akting Shailene pun semakin membaik di film ini. Terlihat sekali bahwa Shailene mulai ‘masuk’ ke dalam karakter Tris. Rapuh sekaligus sadis bisa diperankan Shailene secara bergantian. Miles Teller pun juga berakting ‘dua muka’ cukup baik di film ini. Namun, sayangnya akting Theo James maupun Ansel Elgort terasa datar. Begitupun dengan akting beberapa aktris senior lain seperti Kate Winslet dan Naomi Watts yang terasa kurang maksimal. Hal positif lain dari film tentunya adalah visual dan set yang sangat luar biasa. Apalagi saat Tris berada dalam simulasi faksi-faksi. Outstanding! Hal yang menurut saya justru tidak maksimal adalah bagian ending film. Schwentke terasa terburu-buru untuk mengakhiri film. Nampaknya Schwentke memang menyimpan sesuatu sebagai pancingan rasa penasaran bagi penonton. Tapi justru metode ini seakan mementahkan pace film yang sudah menanjak dan mengabaikan perasaan penonton akan ending yang klimaks. Tapi, seperti yang saya sebutkan sekali lagi di awal paragraf ini, film Insurgent ini tidaklah sedemikian buruknya. Apalagi jika dibandingkan film-film franchise Twilight :)

Video :

Penulis : Reza Iswahyudi Rusdi

http://younameit-id.com/

 

About rezarusdi

Director of Younameit! Productions
This entry was posted in Artikel, Behind The Story, Film & DVD, Review and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>