Tips n Knowledges : Mengatur 3 Point Lighting Saat Pengambilan Gambar

Dalam dunia fotografi maupun sinematografi, pencahayaan memiliki peran yang penting baik untuk menciptakan efek tertentu maupun untuk menghilangkan bayangan yang mengganggu. Karena sejatinya, fotografi maupun sinematografi adalah seni melukis menggunakan cahaya. Jadi bisa dilihat seberapa penting peranan cahaya dalam fotografi dan sinematografi. Dasarnya, terdapat tiga titik pencahayaan standar yang harus dikuasai dan diperhatikan oleh para filmmaker, terutama bagi mereka yang masih pemula.

Younameit! Productions (Ilustrasi : http://www.prophotonut.com/)

Younameit! Productions (Ilustrasi : http://www.prophotonut.com/)

1. Key Light

Kata Key atau jika ditranslasikan, berarti Kunci. Key light adalah cahaya terkuat dan memiliki peran utama dari tiga cahaya yang digunakan dalam teknik dasar ini. Sumber cahaya ini ditempatkan di antara sisi kamera dan subjek sedemikian rupa (biasanya membentuk sudut 45 derajat), sehingga satu sisi subyek akan terang. Tetapi, di sisi lain agak gelap. Key light adalah cahaya yang membuat subyek nampak tetapi tidak memiliki detail bayangan yang bagus dan menghasilkan gambar yang tidak alami. Selain itu, juga memiliki kontras yang tinggi.

2. Fill Light

Fill light sebagai cahaya sekunder berperan dalam mengisi cahaya di satu sisi lainnya dari subyek. Fill light digunakan untuk mendukung key light dan ditempatkan di sisi berlawanan dari key light (juga membentuk sudut 45 derajat). Sumber cahaya ini tidak sama terangnya dengan key light, karena hanya digunakan untuk mengisi bayangan yang dihasilkan key light. Fill light membantu mengurangi kontras yang dihasilkan oleh key light sehingga gambar lebih terlihat natural.

3. Back Light

Back light biasa juga disebut dengan hair light. Back light ditempatkan di belakang subyek dan digunakan untuk pencahayaan subyek dari belakang. Back light bisa lebih terang atau lebih redup dari key light. Sumber cahaya ini akan memberikan highlight yang cukup pada subyek dan memisahkan subyek dari latar belakang. Back light menambah kedalaman gambar, sehingga membuat tampilan gambar menjadi tiga dimensi.

Keterangan di atas rasanya sudah cukup untuk membuat gambar lebih artistik layaknya cahaya natural. Tidah hanya asal terang gambar ada. Ada dimensi yang timbul jika kita mengikuti kaidah pencahayaan 3 point lighting. Meskipun tiga titik pencahayaan ini dasar pencahayaan, namun untuk tujuan variasi, artistik, dan situasi tertentu kita dapat menggunakan satu atau dua cahaya saja. Jika hanya terdapat satu pencahayaan, maka itu digunakan sebagai keylight. Namun jika ada dua pencahayaan, titik pencahayaan menjadi keylight dan fill light saja. Semua tergantung kebutuhan adegan dalam film maupun pemotretan yang diinginkan oleh sutradara atau fotografer.

Sumber: https://digifotografi.wordpress.com/2011/08/19/apa-itu-three-point-lighting/

Penulis : Ayu Rahmawati

http://younameit-id.com/

 

About rezarusdi

Director of Younameit! Productions
This entry was posted in Artikel, Knowledges, Photography, Tips n Tricks and tagged , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>