Movie Review : Maze Runner – The Scorch Trials

Setelah tahun 2014 rilis film Maze Runner, akhirnya (hanya) setahun berselang sudah rilis sekuelnya yaitu Maze Runner – The Scorch Trials. Tampuk sutradara masih dipegang oleh sutradara Maze Runner sebelumnya yaitu Wes Ball. Belakangan ini entah mengapa cukup banyak novel-novel yang bertemakan pelarian, permainan, dan aksi bertahan hidup dari kejaran kelompok lain. Laris dan kemudian dibuatkan film layar lebarnya. Kenapa saya sebut demikian? Karena selain seri Maze Runner, ada seri Divergent dan Hunger Games yang kira-kira memiliki tema serupa. Tapi setelah menyaksikan dua film Maze Runner, adaptasi dari novel ke layar lebar saya bisa katakan berhasil.

Younameit! Productions (Ilustrasi : http://www.whatsoningympie.com.au/)

Younameit! Productions (Ilustrasi : http://www.whatsoningympie.com.au/)

Thomas (Dylan O’Brien) terbangun dari mimpi buruk saat dia pertama kali masuk ke organisasi WICKED. Saat itu dia dan ketiga orang kompatriot yang berhasil lolos dari labirin di film sebelumnya, Newt (Thomas Brodie-Sangster), Minho (Ki Hong Lee), dan Teresa (Kaya Scodelario), akhirnya sampai di sebuah tempat yang dikelola Janson (Aidan Gillen). Sekilas tempat itu nampak nyaman untuk dijadikan rumah, karena memiliki kasur empuk dan makanan enak yang siap disantap. Tapi entah kenapa, Teresa dipisahkan dan mendapat perlakuan khusus. Thomas, Newt, dan Minho akhir berkenalan dengan Frypan (Dexter Darden), Winston (Alexander Flores), dan Aris (Jacob Lofland). Dari Aris, Thomas kemudian mengetahui bahwa fasilitas yang dikelola Janson ternyata adalah kedok lain dari WICKED. Mereka pun berusaha kabur, setelah berhasil menyelamatkan Teresa dari ruang perawatan khusus. Niatnya adalah mencari kelompok perlawanan bernama Right Arm yang tinggal di pegunungan. Dalam perjalanan, mereka bertemu dengan kelompok lain yang dipimpin oleh Jorge (Giancarlo Esposito) dengan wakilnya, Brenda (Rosa Salazar). Walau awalnya Thomas dan kawan-kawan harus digantung terbalik untuk mengatakan dimana letak kawanan Right Arm, akhirnya Thomas dan kawan-kawan dibebaskan oleh Jorge dengan jaminan bahwa Thomas harus ikut membawa serta Jorge serta Brenda. Sayangnya, sebelum mereka sempat pergi, kawanan WICKED yang dipimpin oleh Janson berhasil mengetahui posisi Thomas dan kawan-kawan. Alhasil, tempat Jorge pun hancur lebur dan membuat Thomas terpisah dari teman-temannya, yang menjadikan ia harus mengetahui dimana sesungguhnya kelompok Right Arm berada, seorang diri.

Sebagai sebuah film action berbalut drama dan post-apocalypse, film ini berhasil membuka film dengan cerdik. Tanpa basa-basi yang terlalu lama, penonton langsung disuguhkan adegan kejar-kejaran yang menegangkan. Lambat laun terbukti bahwa action tetap menjadi suguhan utama film tanpa melupakan sisi drama dari film. Porsi antara action dan drama disajikan dengan pas, menurut pendapat saya. Beberapa planting information berhasil disajikan sebagai alasan dari beberapa kejadian dalam scene-scene setelahnya. Selain itu, sisi bromance yang jadi kekuatan utama film juga masih terasa di film ini. Alasan kenapa Thomas menjadi tokoh utama juga berhasil disajikan dengan natural lewat tuturan scene demi scene dalam film. Secara alur cerita tidak plot hole berarti bahkan ada kejutan-kejutan dalam film ini seperti ditampilkannya zombie yang dinamakan Crank. Sosok manusia hidup yang mewabah dan jadi alasan kenapa darah anak-anak muda ini begitu diinginkan. Untuk love side dalam film ini juga menurut saya disajikan dengan tidak berlebihan. Sedikit namun pas. Mungkin kekurangan yang terasa adalah pembagian porsi karakter. Dimana porsi karakter dari Thomas amat sangat dominan tanpa memberikan kesempatan bagi karakter lain untuk terlihat menonjol. Bahkan menurut saya karakter Teresa sangat tidak ‘terasa’ kehadirannya di film ini. Alasan bagi dia untuk bertindak di titik plot twist juga terkesan mengada-ada hanya demi bisa memunculkan plot twist di film ini. Tapi buat saya yang tidak membaca bukunya sama sekali, walaupun cukup banyak kritikus luar negeri yang tidak puas terhadap film ini, saya justru berpendapat film ini layak tonton dan recommended!

Video :

Penulis : Reza Iswahyudi Rusd

http://younameit-id.com

 

About rezarusdi

Director of Younameit! Productions
This entry was posted in Artikel, Behind The Story, Film & DVD, Review and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>