Movie Review : The Man from U.N.C.L.E. (2015)

Akhir tahun ini pasti ada satu film yang dinanti oleh penggemar film spionase, karena akan hadir film sekuel James Bond berjudul Spectre. Tapi tahan dulu. Sebelum itu, mari kita nikmati film adaptasi serial TV tahun 1960-an yang digarap ulang oleh sutradara Inggris, Guy Ritchie, berjudul The Man from U.N.C.L.E.. awalnya, film ini hendak dibuat versi layar lebarnya menjelang tahun 2000. Tetapi karena kegagalan film The Avengers yang juga adaptasi serial TV, membuat studio Warner Bros harus mengurungkan niatnya untuk juga mengadaptasi serial The Man from U.N.C.L.E. Hingga akhirnya hampir 20 tahun kemudian, Guy Ritchie mewujudkannya.

Younameit! Productions (Ilustrasi : http://www.catchnews.com/)

Younameit! Productions (Ilustrasi : http://www.catchnews.com/)

Setting cerita adalah perang dingin di awal tahun 1960-an, dimana Amerika dan Uni Soviet bersaing diam-diam dalam menanamkan dominasi di dunia. Seorang agen CIA bernama Napoleon Solo (Henry Cavill) ditugaskan untuk mencari seorang ilmuwan Nazi yang hilang, Dr.Teller. Solo memulai pencarian dengan menemukan terlebih dahulu puteri Dr.Teller yang juga seorang mekanik di Berlin Timur, Gaby Teller (Alicia Vikander). Hal yang harusnya simpel ternyata menjadi rumit saat Solo dikejar oleh agen KGB bernama Illya Kuryakin (Armie Hammer) yang memiliki kemampuan berkelahi mumpuni. Ternyata yang awalnya berseteru, keduanya disuruh oleh atasan masing-masing untuk bekerjasama menemukan Dr.Teller. Dari Gaby, didapat informasi bahwa ayahnya saat ini bekerja pada pasangan miliarder Italia, Alexander (Luca Calvani) dan Victoria Vinciguerra (Elizabeth Debicki). Ayahnya bekerja untuk pengembangan senjata nuklir, dibantu oleh paman Gabi, Rudi Teller (Sylvester Grooth). Waktu Solo, Kuryakin, dan Gaby tidak banyak. Sebab, jika senjata nuklir itu sampai selesai dibuat, akan mampu menghadirkan bencana besar yang mengarah pada kembalinya Perang Dunia.

Awalnya mungkin banyak yang mengira akan ada tafsir nyeleneh yang dilakukan Ritchie terhadap serial TV ini, seperti tafsir yang dia lakukan terhadap tokoh Sherlock Holmes. Nyatanya tidak. Ritchie justru tetap pada setting aslinya. Bahkan tidak melakukan modernisasi sedikit pun. Bagi saya, usaha Ritchie untuk menghidupkan kembali pesona tahun 1960-an sangat berhasil mulai dari pemilihan pakaian, musik, font yang dipakai dalam film, warna film, dan tentunya beragam properti yang dipakai. Bahkan gaya split screen yang ada dalam film ini persis seperti gaya editing di film-film James Bond lawas. Semua itu dieksekusi dengan baik dan menghadirkan hiburan tersendiri. Satu lagi sisi positif film ini adalah akting luar biasa dari Henry Cavill. Dirinya berhasil keluar dari peran yang sangat ikonik seperti Superman dan bertransformasi menjadi seorang agen rahasia yang kharismatik, playboy, dan tahu caranya keluar dari masalah. Sama halnya dengan akting dari Armie Hammer yang menurut saya juga berhasil memerankan sosok agen KGB yang kaku dan emosional. Chemistry keduanya pun boleh dibilang berhasil. Tapi, sayangnya hal itu tidak berlaku bagi Alicia Vikander. Aktingnya biasa saja jika tidak bisa dibilang pas-pasan. Bahkan kehadirannya di antara kedua pria tersebut terasa kurang cair. Ditambah lagi kurangnya pengembangan plot tentang hubungan dia dengan ayahnya, menyebabkan scene saat ia bertemu dengan ayahnya terasa hambar. Satu hal yang terasa kurang dari film ini adalah kurangnya plot twist yang tak terduga. Dari beberapa plot hole yang disisipkan hanya satu yang benar-benar tidak terduga yaitu saat Kuryakin tiba-tiba lari dikejar anjing saat mengintai Gaby di taman. Bagi saya kekuatan utama sebuah film spionase adalah adanya plot twist tidak terduga di beberapa bagian penting film. Tapi, saya tetap salut kepada salah satu sutradara favorit saya Guy Ritchie. Di tangannya film ini menjadi sebuah hiburan yang recommended, walaupun sepenuhnya berjalan sempurna. Ada hal menarik lainnya. Di film muncul juga seorang pemain sepakbola ternama, David Beckham. Bisa tebak di bagian mana?

Video :

Penulis : Reza Iswahyudi Rusdi

http://younameit-id.com/

 

About rezarusdi

Director of Younameit! Productions
This entry was posted in Artikel, Behind The Story, Film & DVD, Review and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>