Movie Review: A Copy of My Mind

Sebuah poster yang sangat eye catchy dan kabar bahwa film ini mendapat berbagai apresiasi di festival luar negeri. Itulah dua hal yang membuat saya tergugah untuk menonton film terbaru arahan sutradara Joko Anwar berjudul A Copy of My Mind. Melihat deretan DVD yang menjadi latar belakang poster membuat saya berkhayal bahwa ini sebuah film drama yang unik dengan twist tak terduga ala Joko Anwar. Sebuah tiket di salah satu studio pun lekas saya beli.

Younameit! Productions (Ilustrasi: http://jakarta.coconuts.co/)

Younameit! Productions (Ilustrasi: http://jakarta.coconuts.co/)

Seorang wanita muda dan single, Sari (Tara Basro), bekerja sebagai pegawai facial dan spa untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Hobinya adalah menonton film monster dari DVD, walau harus puas dengan kualitas bajakan. Ruang kosnya yang sempit adalah tempat ia menghabiskan waktu santai dengan menikmati DVD sepulang kerja. Sari memiliki mimpi bisa memiliki ruang home theater-nya sendiri suatu saat nanti. Sayang, karena bahasa Inggris Sari pas-pasan maka ia pun sewot saat mengetahui DVD yang ia beli tidak memiliki alih suara yang pas. Hal ini mengantarkan ia bertemu dengan Alek (Chicco Jerikho). Seorang pemuda yang menyambung hidupnya dengan bekerja sebagai penerjemah teks alih bahasa untuk DVD-DVD bajakan. Pertemuan mereka membawa keduanya ke dalam kisah kasih asmara. Ini memang seperti film cinta biasa, tapi sebuah kejadian saat Sari memijat seorang wanita penting di penjara membawa Sari serta Alek ke dalam situasi yang sangat pelik. Tidak hanya pelik tapi juga membahayakan jiwa keduanya.

Film ini adalah sebuah film yang jujur seperti film yang nyaris serupa beberapa tahun lalu yaitu Selamat Pagi, Malam. Jujur dan nyata dalam menceritakan potret masyarakat kelas bawah di Jakarta. Salah satu contohnya yaitu bagaimana malu-malunya Sari saat menghadapi rayuan Alek. Begitu terasa realistis dan natural layaknya pegawai rendahan yang masih lugu dalam berpacaran. Joko Anwar memotret keadaan tersebut dengan baik dan memasukkannya ke dalam karakter Sari. Tara Basro boleh dibilang berakting dengan baik di sini. Chicco? Tetap berakting baik seperti di beberapa film dia sebelumnya walau tidak ada penampilan istimewa dari Chicco di film ini. Nampaknya di beberapa film selanjutnya, dia harus berani mengambil peran yang tidak ‘biasa’. Untungnya, chemistry antara Tara Basro dan Chicco Jerikho sebagai sepasang kekasih bisa tetap terjalin dengan baik. Tapi buat saya ada permasalahan yang cukup mengganjal, salah satunya adalah sinematografi. Walaupun beberapa gambar yang diambil oleh sinematografer handal Ical Tanjung bisa membuat film ini demikian realistis, tapi warna yang tidak merata cukup mengganggu di mata saya. Terlebih saya juga tidak mengerti motivasi kenapa ada beberapa bagian yang memiliki warna berbeda dengan beberapa bagian lainnya. Selain itu teknik floating camera yang tidak halus justru mengaburkan fokus saya di beberapa scene dalam film. Dari segi cerita juga sebenarnya tidak istimewa. Berbeda dengan ekspektasi saya di awal paragraf. Alur cerita yang lambat memang dimaksudkan supaya kita lebih kenal dekat dengan dua karakter utama. Tapi, dengan tidak adanya atau kurang terlihatnya konflik dalam kehidupan pribadi masing-masing justru membuat saya kurang ‘menyatu’ dengan Sari dan Alek. Padahal mereka hidup di tempat-tempat yang terasa ‘keras’ bagi masyarakat awam. Konflik baru ada ketika film sudah berjalan separuh lebih dan bagi saya itu terlalu sebentar untuk membangun sebuah keterikatan dengan film ini, apalagi ini film drama. Mungkin ini karena film drama bukanlah spesialisasi Joko Anwar yang terkenal dengan film-film yang bertendensi gelap dan misterius. Tapi, dengan banyaknya penghargaan yang diterima film ini di tingkat internasional, semoga bisa memacu seorang Joko Anwar membuat film drama yang jauh lebih dahsyat lagi.

Video:

Penulis: Reza Iswahyudi Rusdi

http://younameit-id.com/

 

About rezarusdi

Director of Younameit! Productions
This entry was posted in Artikel, Behind The Story, Film & DVD, Review and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>