Movie Review: Deadpool

Nuansa Valentine paling pas diisi dengan bunga, coklat, atau ornamen berbau cinta? Itu sudah biasa. Bagaimana kalau Valentine 2016 diisi dengan menonton film? Sudah biasa juga, apalagi jika filmnya adalah film cinta. Tapi, jadi tidak biasa jika film yang ditonton justru film yang ‘nyeleneh’ dan cenderung vulgar. Di film superhero Marvel terbaru yaitu Deadpool, dua hal tadi sangat terasa. Filmnya mungkin layaknya film superhero pada umumnya. Ada penjahat dan sang superhero. Tapi nuansa ‘nyeleneh’ tadi berhasil ditampilkan secara kental lewat sang karakter utama, Deadpool yang berbeda dengan superhero pada umumnya.

Younameit! Productions (Ilustrasi: http://xmenmovies.wikia.com/)

Younameit! Productions (Ilustrasi: http://xmenmovies.wikia.com/)

Film ini bercerita tentang asal mula dari Deadpool yang bernama asli Wade Wilson (Ryan Reynolds). Wade sebenarnya adalah seorang yang sudah memiliki kemampuan berkelahi tingkat tinggi dan berprofesi sebagai ‘tentara’ bayaran. Karena profesinya ini pula Wade bertemu dengan Vanessa (Morena Baccarin) yang kemudian menjadi kekasihnya. Hubungan romantis yang dijalani keduanya membuat Wade berpikir untuk pensiun dari profesinya. Hingga suatu ketika, dirinya divonis mengidap kanker ganas. Keputusasaan mengantar Wade menerima tawaran misterius untuk menjalani sebuah percobaan yang mampu menyembuhkan penyakitnya sekaligus menjadikannya manusia super. Percobaan ini berhasil membuatnya lebih tangkas dan bisa pulih dari semua luka. Tapi, sayangnya percobaan itu juga membuat kulitnya melepuh sehingga menjadikannya buruk rupa. Atas keadaannya itu, Wade merasa minder apalagi banyak orang yang merasa ngeri melihat rupanya. Wade pun semakin risau membayangkan reaksi Vanessa bila melihat dirinya. Satu-satunya cara adalah mencari orang yang menjadikannya seperti itu dan memintanya untuk mengembalikannya seperti semula yaitu Ajax (Ed Skrein).

Deadpool nampaknya mengikuti resep sukses tokoh Marvel lainnya yang telah lebih dahulu difilmkan yaitu Ant Man. Deadpool bukanlah sesosok superhero yang akan menyelamatkan dunia. Dia adalah superhero yang hanya menginginkan fisiknya kembali seperti dahulu. Semua itu demi kekasihnya, Vanessa. Sebuah resep yang sederhana dan terbukti sukses (sampai saat ini) untuk membuat angle bercerita lain dari seorang superhero. Bedanya dengan Ant Man, film ini begitu gamblang mengumbar hal-hal berbau porno, kata-kata vulgar, dan luka yang menganga. Walau tetap menyelipkan humor di sana sini. Tapi humor yang ditampilkan pun kemungkinan bisa dimengerti oleh orang-orang yang banyak menonton film, karena banyak berisi sindiran kepada film-film Hollywood. Bahkan, Deadpool juga seringkali berkomunikasi kepada penonton di beberapa bagian atau dikenal dengan sebutan Break the 4th Wall. Bagi saya tidak ada yang salah dengan semua itu. Justru semakin menambah segar dan konyol film ini. Satu hal yang pasti banyak hal dalam film ini yang memang diperuntukkan bagi orang dewasa. Karena itu film ini memiliki rating dewasa dan sama sekali bukan untuk anak-anak. Penjahat yang ditampilkan pun sesosok penjahat yang hendak menguasai dunia, dengan┬ákekuatan super dan berkarakter sadis juga. Deadpool mengambil sudut yang lebih sempit yaitu kisah cinta yang melatari dirinya mengejar sang penjahat. Walau tanpa dia sadari banyak mutan yang tertolong karena tidak jadi diperjualbelikan berkat aksinya menumpas sang penjahat. Sangat simpel tapi inilah gaya baru yang masih fresh untuk memfilmkan superhero. Tim Miller sang sutradara patut diacungi jempol, utamanya dalam mengarahkan akting Ryan Reynolds sehingga berakting luar biasa ‘gila’ demi film ini.

Video:

Penulis: Reza Iswahyudi Rusdi

http://younameit-id.com/

 

About rezarusdi

Director of Younameit! Productions
This entry was posted in Artikel, Behind The Story, Film & DVD, Review and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>