Movie Review: Captain America – Civil War

Pasti di antara kita masih ingat bahwa beberapa bulan lalu rilis film yang begitu gegap gempita yaitu Batman v Superman. Sebuah film yang menceritakan perseteruan dua tokoh utama di dunia DC Comics, tapi tiba-tiba menjadi teman kembali secepat kedipan mata. Sejujurnya, film ini telah membuat saya ‘patah hati’ seperti yang sudah saya tulis di review sebelum ini. Untungnya, tidak seberapa lama hadir film superhero lainnya, kali ini dari Marvel Cinematic Universe (MCU), yaitu Captain America – Civil War. Dengan harapan besar, saya pun menuju studio film terdekat demi move on dari kegagalan cerita di film Batman v Superman.

Younameit! Productions (Ilustrasi: http://www.comicbookmovie.com/)

Younameit! Productions (Ilustrasi: http://www.comicbookmovie.com/)

Film Captain America – Civil War memiliki ide yang kurang lebih sama dengan Batman v Superman yaitu apakah di balik aksi heroik yang membuat sebuah kota luluh lantak tidak ada efek samping? Bagaimana dengan masyarakat biasa yang harus terjebak dalam reruntuhan gedung? Seperti kita tahu, aksi tim Avengers dari MCU di New York (film The Avengers), Washington DC (Captain America – Winter Soldier), lalu berlanjut ke Sokovia (The Avengers – Age of Ultron), membuat kota hancur di sana sini. Korban jiwa masyarakat sipil pun tidak terelakkan. Hal inilah yang mendorong pemerintah di seluruh dunia mengadakan konvensi untuk menandatangani perjanjian pengawasan aksi manusia super di seluruh tempat yang melibatkan masyarakat sipil. Di titik inilah kelompok para manusia super yang tergabung dalam The Avengers pecah menjadi dua kubu. Kubu pertama yang sependapat dengan Steve Rogers/Captain America (Chris Evans) dan kubu lainnya yang sependapat dengan Tony Stark/Iron Man (Robert Downey Jr.). Steve berpendapat perjanjian itu hanya akan mengekang mereka dan akan menyulitkan aksi-aksi mereka menjaga bumi. Sementara Tony berusaha berpikir ‘bijak’ dan setuju terhadap isi perjanjian tersebut. Konflik pun mulai meruncing. Ditambah lagi ada aksi yang mengganggu jalannya konvensi dan diduga dalangnya adalah sahabat Steve, Bucky sang Winter Soldier (Sebastian Stan). Keinginan Steve untuk membereskan masalah yang melibatkan sahabatnya ini berhadapan langsung dengan Tony yang hendak menyelamatkan reputasi The Avengers. Beberapa superhero pun ada di belakang mereka masing-masing.

Ini dia! Itu kata yang terlintas setelah saya menyaksikan film ini. Ini dia film yang bisa membuat saya move on dari kegagalan cerita Batman v Superman. Tidak ada efek spesial atau gaya visual baru, tapi cerita yang ditampilkan oleh Civil War benar-benar kuat tanpa harus berkerut saat film berakhir. Beberapa lapisan cerita berhasil dirangkai satu dengan yang lainnya tanpa menyisakan lobang di antaranya. Bahkan ada twist cerita yang membuat kita harus menyaksikan film ini dengan cermat hingga selesai. Untuk sekelas film mega franchise seperti The Avengers bahkan tokoh antagonis utama pun datang dengan sesosok orang biasa dan memiliki motif sederhana tanpa terasa dibuat-buat. Sebuah sudut pandang baru dalam menampilkan sosok antagonis. Keputusan ini menjadi tepat sehingga penonton dapat lebih fokus kepada perseteruan Steve dan Tony hingga akhir film. Tidak lantas dibuat kembali berteman dengan tiba-tiba, seakan-akan melupakan konflik yang sudah dibangun sepanjang film. Sebanyak 9 superhero lainnya: Black Widow (Scarlett Johansson), Falcon (Anthony Mackie), War Machine (Don Cheadle), Hawkeye (Jeremy Renner), Black Panther (Chadwick Boseman), Vision (Paul Bettany), Scarlet Witch (Elizabeth Olsen), Spiderman (Tom Holland), dan Ant-Man (Paul Rudd), pun ditampilkan lewat karakternya masing-masing dengan porsi yang pas. Bahkan sosok Sharon Carter (Emily VanCamp) pun bisa menjadi tokoh yang cukup penting di film ini. Dimana mereka harus muncul dan dimana mereka tidak dimunculkan lagi, bagi saya sudah diatur sedemikian pasnya oleh duo sutradara Anthony dan Joe Russo. Tapi agaknya tidak adil jika kita tidak ikut memberikan aplaus kepada penulis cerita Christopher Markus dan Stephen McFeely dalam menyusun cerita seapik film ini. Apalagi mengingat film ini cukup ‘sesak’ dengan kehadiran 12 superhero di dalamnya.

Video:

Penulis: Reza Iswahyudi Rusdi

http://younameit-id.com/

 

About rezarusdi

Director of Younameit! Productions
This entry was posted in Artikel, Behind The Story, Film & DVD, Review and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>